Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis di Kabupaten Semarang secara Virtual

Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis di Kabupaten Semarang secara Virtual

Ambarawa, 17 November 2021

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit menular yang merusak jaringan paru-paru. Penyebab tuberkulosis adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga tidak menutup kemungkinan dapat memengaruhi bagian anggota tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, otak, hingga organ reproduksi. Oleh karena itu, penting mengetahui gejalanya sejak dini.

Pada umumnya, potensi anak-anak untuk menularkan TBC lebih kecil daripada orang dewasa. Faktor ini dapat disebabkan oleh mekanisme batuk yang lebih lemah, produksi dahak yang lebih sedikit, dan beban bakteri yang lebih rendah.Selama batuk, berbicara, atau bersin, seseorang yang terinfeksi TBC akan mengeluarkan droplet atau percikan cairan yang dapat melayang di udara selama beberapa jam, tergantung pada lingkungannya. Penularan terjadi ketika orang lain menghirup inti droplet yang mengandung bakteri tuberkulosis tersebut.

Inti droplet ini bergerak melalui mulut atau saluran hidung dan pindah ke saluran pernapasan bagian atas. Setelah itu, droplet akan mencapai bronkus dan akhirnya sampai ke paru-paru dan alveoli. Bakteri TBC atau mycobacterium tuberculosis umumnya ditularkan melalui udara, bukan melalui kontak fisik. Jadi, Anda tidak perlu takut untuk melakukan aktivitas-aktivitas fisik, seperti berjabat tangan, berbagi makanan atau minuman, atau tidur di ranjang yang sama. Orang yang terinfeksi TBC berisiko menularkan penyakitnya, tetapi risiko ini tergantung pada banyak faktor. Salah satunya adalah sistem kekebalan tubuh. Dalam hal ini, pencegahan TBC adalah kunci untuk menghentikan penularannya. Pencegahan TBC perlu didukung oleh berbagai kondisi, di antaranya adalah lingkungan rumah, tindakan saat batuk, ketuntasan pengobatan, dan tingkat pengetahuan. Faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu kesuksesan seseorang saat melakukan upaya pencegahan TBC.

Salah satu cara mencegah TBC adalah dengan menghentikan penularan TBC dari satu orang ke orang lain. Ini bisa dilakukan dengan mengidentifikasi penderita TBC, kemudian merawat, dan memberikan pengobatan.

Langkah-langkah pencegahan TBC antara lain :

  1. Pemberian Vaksin BCG

Vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) efektif untuk mencegah TBC sampai seseorang berusia 35 tahun. Efektivitas BCG bisa meningkat bila tidak ada pengidap TBC di lingkungan tempat tinggal kamu. Vaksin ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an dan paling banyak digunakan untuk memvaksin hampir 80% bayi baru lahir di seluruh dunia.

  1. Diagnosis Sejak Dini

Pencegahan penyebaran TBC akan efektif bila dilakukan diagnosis dan pengobatan sejak dini. Seseorang dengan penyakit TBC dapat menularkan bakteri kepada 10-15 orang setiap tahunnya.

  1. Menjaga Lingkungan Tempat Tinggal

TBC adalah penyakit yang menular melalui udara saat penderita TBC bersin atau batuk. Risiko infeksi bisa dikurangi dengan membuat sistem sirkulasi udara atau ventilasi yang bagus di rumah. Bakteri TBC dapat mengendap lebih lama dalam rumah apabila sistem ventilasi tidak bagus. Berikan juga pencahayaan yang cukup bagi rumah. Sinar UV dari matahari mampu membunuh bakteri TBC. Jadi, pastikan rumah kamu mendapatkan pencahayaan yang cukup ya!

  1. Tingkatkan Sistem Imun

Sistem imun bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Sistem imun yang baik membantu kamu terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk bakteri penyebab TBC ini.

Pengobatan Tuberkulosis

TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).

TBC dapat disembuhkan jika penderitanya patuh mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Untuk mengatasi penyakit ini, penderita perlu minum beberapa jenis obat untuk waktu yang cukup lama (minimal 6 bulan). Obat itu umumnya berupa:

  • Isoniazid
  • Rifampicin
  • Pyrazinamide
  • Ethambutol

Minum obat sesuai resep dokter wajib dilakukan semua pasien TBC yang belum dinyatakan sembuh. Pasien TBC biasanya wajib minum obat tanpa putus selama 6-9 bulan. Namun jenis dan lamanya pengobatan bergantung pada umur, kondisi kesehatan secara umum, kemungkinan mengalami resistensi, dan serangan infeksi di tubuh. Pengobatan penyakit TBC membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, memiliki asuransi kesehatan bisa menjadi pertimbangan, sehingga Anda tidak perlu dipusingkan dengan tanggungan biaya saat berobat nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *