Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Pendopo Kantor Kecamatan Ambarawa

Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Pendopo Kantor Kecamatan Ambarawa

Ambarawa, 18 Mei 2022

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Pengertian narkotika menurut Undang-undang / UU Nomor 22 tahun 1997 adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

Adapun jenis-jenis narkoba, yaitu :
1. Ganja (cannabis sativa) menyebabkan penggunanya ingin makan terus serta membuat perasaan tenang
2. Shabu (ampethamin) menyebabkan penggunanya kuat dan merasa kenyang
3. Ecstasy, jenis ini sering digunakan di tempat hiburan malam
4. Tembakau Cap Gorilla membuat penggunanya berhalusinasi
5. Flakka membuat pengguna jadi seperti zombie
6. Jamur Tahi Sapi (Magic Mushroom)
7. Obat daftar G

Berbicara tentang narkoba tidak akan ada habisnya dan Presiden RI mengatakan bahwa negara Indonesia darurat narkoba. Jumlah pecandu kian hari makin meningkat, berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) sekitar ± 5 juta yang menggunakan narkoba. Jenis narkoba yang dikonsumsi pecandu di negara kita adalah shabu, ekstasi, ganja, kokain, dan lain-lain.

Peredaran dan penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu permasalahan nasional yang dipandang serius oleh Pemerintah, karena dapat menyebabkan rusaknya moral bangsa. Oleh karena itu Pemerintah sangat memberikan perhatian terhadap penanganan atas penyalahgunaan narkoba.

Penyalah guna adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Ketika seseorang melakukan penyalahgunaan narkotika secara terus-menerus, maka orang tersebut akan berada pada keadaan ketergantungan pada narkotika, baik secara fisik maupun psikis.

Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam penyalahgunaan narkoba yaitu daya rusak (merusak otak yang tidak ada jaminan sembuh), potensi pasar (penyalah guna narkoba), aparat terjerat (seluruh lapisan masyarakat terindikasi narkoba seperti pejabat/aparat TNI/POLRI/BNN/Jaksa/Hakim), kerugian jiwa dan materi, adanya dukungan modal dan aksi narapidana (masih mengendalikan peredaran dari dalam penjara), jaringan internasional, dan lain sebagainya. Jalur yang digunakan adalah jalur laut dan pelabuhan tidak resmi dan diselundupkan melalui kapal barang, adanya indikasi proxy war (diindikasi kuat sebagai instrumen proxy war oleh negara-negara asing).

Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sebuah upaya yang terus menerus dilakukan oleh berbagai komponen masyarakat dan Pemerintah serta dunia, usaha untuk mengindahkan masyarakat dari resiko penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Penyalahgunaan narkoba telah terbukti merusak masa depan bangsa di berbagai negara manapun. Dalam rangka P4GN Presiden RI telah mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang rancangan aksi nasional P4GN dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024.

Untuk penanggulangan penyalahgunaan narkoba diperlukan upaya yang terpadu dan komprehensif. Metode pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang paling efektif dan mendasar adalah metode promotif dan preventif. Sedangkan upaya yang paling praktis dan nyata adalah represif dan upaya yang manusiawi adalah kuratif serta rehabilitatif.

Strategi operasional penanganan permasalahan narkoba yaitu :
1. Pencegahan
Membangun kemampuan dan ketahanan diri masyarakat dalam menghadapi pengaruh buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
2. Pemberantasan
Mengungkap dan menindak sindikat kejahatan narkoba dengan menghukum berat dan menyita aset hasil kejahatan narkoba.
3. Rehabilitasi
Memulihkan pecandu narkoba dari ketergantungan/kecanduan narkoba supaya kembali hidup sehat dan produktif.

Peran seluruh elemen bangsa dalam penanganan narkoba yaitu :
1. Adanya komitmen diri dimana seluruh elemen bangsa bertanggung jawab dan berkomitmen menjaga diri, keluarga, komunitas dan lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
2. Adanya regulasi anti narkoba
Penerbitan regulasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap.
3. Konsolidasi kekuatan dari seluruh elemen (pemerintah, swasta dan masyarakat) berkontribusi dalam P4GN.
4. Bersih narkoba
Mewujudkan lingkungan masyarakat, pemerintahan, tempat kerja, kampus/sekolah bersih narkoba.
5. Deteksi dini
Penyelenggaraan tes urine secara berkala di lingkungan instansi, organisasi, kampus, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Ambarawa, Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Dr. Hj. Waryunah Irmawati, M. Hum selaku narasumber dari Barisan Anti Narkotika Nasional (BANN) Kabupaten Semarang, para Kepala Seksi Pembangunan dan Kesra Kelurahan sek Kecamatan Ambarawa dan para tamu undangan.

Ayo kita perangi narkoba dengan sebuah komitmen. Mari kita hidup 100 persen yakni sadar, sehat, produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *