Tracking dan Tracing di Kampung Rawa

Tracking dan Tracing di Kampung Rawa

Ambarawa, 27 Mei 2021

Tracking (pelacakan) dan tracing (penelusuran kontak erat) merupakan langkah pemerintah untuk mempercepat penelusuran dan penemuan kasus untuk melakukan pemeriksaan serta meyakinkan agar mendapatkan kasus positif maupun negatif dalam konteks kedaruratan masyarakat, bukan dalam konteks protokol perawatan penderitanya. Keberhasilan pengendalian pandemi Covid-19 adalah bagaimana memutuskan rantai penularan dengan cara melakukan isolasi terhadap kasus yang positif.

Tracking (pelacakan) dan tracing (penelusuran kontak erat) adalah sarana utama untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular seperti Covid-19, STDs, Ebola dan tuberkulosis. Ini adalah konsep yang digunakan mendeteksi jumlah orang yang terinfeksi setelah melakukan kontak dekat dengan kasus positif penyakit. Konsep pelacakan kontak dimaksudkan untuk memberikan respons cepat ke orang yang baru atau diduga terinfeksi dan mengawasi mereka dengan cermat. Langkah ini bagian dari pencegahan penyebaran virus lebih lanjut. Kontak erat berarti kontak tatap muka atau, orang yang terinfeksi menghabiskan waktu lebih dari 15 menit dalam jarak dua meter.

Pelacakan kontak (tracking) dilakukan melalui tiga langkah. Pertama, melakukan identifikasi kontak. Di sini, orang yang terinfeksi diminta untuk merunut kegiatannya sejak timbulnya gejala penyakit dan jumlah orang yang telah mereka kunjungi atau kontak. Misalnya, keluarga, teman, kerabat, kolega atau petugas kesehatan.

Kedua, mendaftar kontak. Dalam proses ini, siapapun yang telah melakukan kontak langsung dengan pasien positif akan didata. Individu yang terinfeksi juga diberikan informasi mengapa perlu melakukan karantina mandiri pada tahap awal ini. Perlu diberitahukan bahwa karantina mandiri penting dilakukan untuk menghentikan penyebaran infeksi ke tingkat masyarakat.

Ketiga, tindak lanjut kontak. Disini, tindak lanjut rutin dilakukan ke seluruh orang yang sudah didaftar. Pemantauan gejala pun dilakukan rutin dan berkala. Mereka juga diminta melakukan karantina mandiri untuk pencegahan penyakit.

Pemerintah Kecamatan Ambarawa juga selalu menghimbau masyarakat agar tidak mengucilkan pasien positif Covid-19, namun memberikan dukungan dan keprihatinan agar stigma negatif di mata publik bisa menghilang. Meskipun program vaksinasi Covid-19 sudah dilaksanakan, perilaku 5M dan 3T harus tetap dijalankan.

Tetap patuhi protokol kesehatan 5M, yaitu :

  1. Mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir
  2. Memakai masker
  3. Menjaga jarak
  4. Menjauhi kerumunan
  5. Mengurangi mobilitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *